Annyeong Yeorobun !!
Selamat datang kembali di blog admin yang masih amatir ini (?)
Kalo di posting sebelumnya admin ngebahas kuliner-kuliner khas Korea, kali ini admin sedikit keluar dari tema ne ??
Sekarang admin mau bahas salah satu kebudayaan orang-orang Korea nih !! yaitu pernikahan tradisionalnya ! XD
Pernah nonton drama korea Princess Hours ?? Saat upacara pernikahan Lee Shin dan Chae Gyoung mereka mengadakan upacara pernikahan adat Korea. Nahh,,, kurang lebih sih seperti itu adat pernikahan tradisional Korea ^^
Pernah nonton drama korea Princess Hours ?? Saat upacara pernikahan Lee Shin dan Chae Gyoung mereka mengadakan upacara pernikahan adat Korea. Nahh,,, kurang lebih sih seperti itu adat pernikahan tradisional Korea ^^
Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah
pakaian tradisional masyarakat Korea. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang
cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara
harfiah berarti "pakaian orang Korea", hanbok pada saat ini mengacu
pada "pakaian gaya Dinasti Joseon" yang biasa dipakai secara formal
atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.
Untuk aksesoris kepala pada saat mereka menikah,
mereka mengkonde rambutnya. Pria mengkonde (mengikat) rambutnya sampai atas
kepala (sangtu), sedangkan wanita mengkonde sampai batas di belakang kepala
atau di atas leher belakang. Tusuk konde binyeo, ditusukkan melewati konde rambut sebagai
pengencang atau aksesoris.
Sebelum pernikahan dilangsungkan, calon pengantin pria akan
memberikan sebuah hadiah pada calon ibu mertuanya berupa sebuah angsa liar yang
masih hidup. Namun sekarang ini lebih sering memberikan boneka angsa yang
terbuat dari kayu. Angsa ini menandakan sang calon pengantin pria akan merawat
anak perempuannnya seumur hidup.
Pernikahan tradisional Korea diselenggarakan di rumah sang
pengantin wanita. Sedangkan sumpah pernikahan dilakukan dalam upacara yang
dinamakan kunbere. Kedua pengantin akan saling membungkuk lalu meminum anggur
khusus dari sebuah labu yang ditanam oleh ibu sang pengantin wanita.
Beberapa hari seteleh upacara pernikahan, kedua pengantin
akan mengunjungi keluarga sang pengantin pria untuk menjalani upacara
pernikahan lainnya yang disebut p’ye-baek. Sang pengantin wanita akan
menawarkan korma dan chestnuts kepada orangtua pengantin pria. Hal ini
melambangkan anak-anak. Lalu orangtua akan menawarkan sake, dilanjutkan melempar
korma dan chestnuts pada sang pengantin wanita yang mencoba menangkap keduanya
menggunakan pakaian pengantinnya.
Perjamuan makan dalam pernikahan tradisional Korea sangatlah
sederhana. Bahkan hanya dibutuhkan sup mie, dan faktanya pesta perjamuan makan
Korea disebut kook soo sang yang berarti “perjamuan mie.” Mie yang panjang
melambangkan kehidupan yang panjang dan bahagia. Mie akan direbus bersama kaldu
sapi dan hiasan lainnya serta sayuran. Dok, atau kue ketan biasanya menjadi
hidangan yang disajikan dalam sebuah acara di negara ini, khususnya di
pernikahan.
Lapar? Klik http://www.kulinerplus.com #search engine kuliner enak



Tidak ada komentar:
Posting Komentar